Semarang – Polda Jawa Tengah mencatat peningkatan kejadian kebakaran lahan di sejumlah wilayah selama awal musim kemarau. Dalam kurun waktu 1 hingga 10 Juli 2026, sedikitnya 16 peristiwa kebakaran lahan dilaporkan terjadi di berbagai kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, mengatakan mayoritas kebakaran terjadi pada rentang pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, ketika kondisi cuaca cenderung panas dan kering.
“Mayoritas terjadi saat suhu udara mencapai puncak,” ujar Artanto di Semarang, Senin. (13/7)
Dari sejumlah kejadian tersebut, insiden paling fatal terjadi di Kabupaten Batang. Satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa yang diduga dipicu aktivitas pembakaran lahan.
Menghadapi meningkatnya potensi kebakaran selama musim kemarau, Polda Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam memberikan edukasi kepada kelompok tani, pengelola kawasan hutan, hingga masyarakat yang tinggal di daerah rawan kebakaran. Edukasi tersebut menitikberatkan pada pentingnya mencegah pembakaran lahan secara sembarangan.
Selain itu, kepolisian juga memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Perhutani, serta pemerintah daerah agar deteksi dini dan penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.
Artanto menambahkan, personel beserta peralatan pendukung juga telah disiagakan, termasuk kendaraan taktis bermeriam air (water cannon) yang dapat digunakan untuk membantu proses pemadaman di lokasi tertentu.
Tak hanya mengandalkan personel di lapangan, Polda Jawa Tengah juga memanfaatkan teknologi pemantauan titik panas (hotspot) untuk mempercepat respons terhadap potensi kebakaran yang terdeteksi.
Artanto mengingatkan bahwa memasuki puncak musim kemarau, kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran.
“Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari terjadinya kebakaran,” tegasnya.
